DMI dan PRIMA Makassar Tekankan Transformasi Digital dan Akuntabilitas

Terkini 11 Apr 2026 23:06 3 min read 21 views By Rusdi Ramma

Share berita ini

DMI dan PRIMA Makassar Tekankan Transformasi Digital dan Akuntabilitas
MAKASSAR – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Makassar bersama Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI menekankan dua hal krusial bagi calon pemimp...

MAKASSAR – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Makassar bersama Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI menekankan dua hal krusial bagi calon pemimpin Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ke depan, yaitu penguasaan transformasi digital dan komitmen penuh terhadap akuntabilitas.

 

Hal ini disampaikan dalam diskusi publik bertema “Mencari Pemimpin Baru BAZNAS Makassar” yang dikemas dalam acara santai “NGOPI” (Ngobrol Pintar), bertempat di Warkop Kualiti Coffe, Jalan Tudopoly Raya, Sabtu (11/04/2026).

 

Ketua DMI Kota Makassar, Drs. H.M. Yunus DJ menegaskan, pemimpin BAZNAS tidak boleh lagi bekerja dengan cara-cara konvensional. Di era berkemajuan ini, lembaga zakat membutuhkan nahkoda yang berani mendobrak kemapanan dan mengadopsi teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur.

 

“Pemimpin BAZNAS harus mampu mengubah wajah zakat dari sekadar bantuan konsumtif menjadi modal pemberdayaan. Ini membutuhkan pemimpin yang tangkas, modern, namun tetap menjaga integritas dalam setiap sen yang mengalir,” ujar Yunus DJ.

 

Sementara itu, Ketua PRIMA DMI Kota Makassar, Asrijal Syahruddin menambahkan, digitalisasi menjadi keniscayaan untuk menjangkau potensi zakat yang sangat besar di Makassar, yang diperkirakan mencapai Rp1,3 triliun. Pengelolaan berbasis teknologi diperlukan untuk merangkul generasi milenial hingga kalangan pengusaha.

 

“Figur yang dicari bukan hanya paham fikih zakat secara tekstual, tapi juga mahir dalam digitalisasi ekonomi. Transparansi adalah harga mati. Dengan teknologi, akuntabilitas bisa ditampilkan secara nyata sehingga kepercayaan muzakki semakin kuat,” tegas Asrijal.

 

Wajib Punya "Otak Korporasi" dan "Hati Aktivis"

 

Dalam diskusi yang menghadirkan Kepala Bagian Kesra Kota Makassar H. Muh. Syarief, Ketua BAZNAS Kota Makassar HM. Ashar Tamanggong, dan Ketua Rumah Zakat Sulsel Amir, ST, MM, disepakati bahwa pemimpin ideal harus memiliki kombinasi “Otak Korporasi” dan “Hati Seorang Aktivis”.

 

HM. Ashar Tamanggong menekankan, akuntabilitas harus berbasis syariah dan didasari semangat kearifan lokal “Siri’ na Pacce”. Pemimpin BAZNAS harus sosok yang ikhlas, selesai dengan dirinya sendiri, dan tidak mencari keuntungan pribadi dari jabatan tersebut.

 

“Pemimpin ini harus mampu mengubah mustahik menjadi muzakki. Di pundaknya tertitip amanah umat, dan di tangannya masa depan kesejahteraan masyarakat Makassar akan dibentuk,” ujar Ashar.

 

Senada, Muh. Syarief menyoroti pentingnya kemampuan diplomasi untuk membangun kolaborasi pentahelix. Zakat tidak hanya soal ibadah, tapi juga instrumen ekonomi yang strategis untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem dan menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan.

 

Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan penyerahan buku karya HM. Ashar Tamanggong berjudul “Langit tak Pernah Offline” kepada para narasumber dan peserta.(*)

 

(Tim PemburuBeritaSulsel)

Pemburu Berita Sul-Sel