Gelar Doktor Diraih, Wakil Rektor UHM Perkuat Posisi Akademik di Tengah persaingan Kampus
Gelar Doktor Diraih, Wakil Rektor UHM Perkuat Posisi Akademik di Tengah Persaingan Kampus
Makassar, 13 April 2026 — Di tengah ketatnya persaingan antar perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kabar membanggakan datang dari Universitas Handayani Makassar. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Ir. Mirfan, S.Kom., M.T., M.Kom., IPM, ASEAN Eng, resmi menyandang gelar Doktor di bidang Pendidikan setelah menuntaskan studi Program Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pencapaian ini bukan sekadar seremoni akademik. Di balik toga dan kalung kehormatan yang dikenakan, ada pesan kuat tentang pentingnya peningkatan kapasitas intelektual pimpinan kampus di tengah tuntutan zaman yang semakin kompleks.
Dalam pernyataan resminya, Civitas Akademika Universitas Handayani Makassar menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar agar capaian tersebut mampu mendorong transformasi nyata di lingkungan kampus—terutama dalam penguatan kualitas mahasiswa dan jejaring kerja sama.
Namun, capaian ini juga menjadi sorotan. Publik menaruh ekspektasi tinggi: apakah gelar doktor ini akan berbanding lurus dengan inovasi kebijakan dan peningkatan kualitas lulusan?
Sebagai Wakil Rektor yang membidangi kemahasiswaan dan kerja sama, Mirfan memegang peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa sekaligus membuka akses kolaborasi eksternal. Gelar doktor yang diraihnya kini menjadi “ujian baru” — bukan lagi di ruang kelas, tetapi di lapangan nyata.
Rektor Universitas Handayani Makassar, Prof. Dr. Muhammad Yaumi, M. Hum., MA, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas SDM internal.
Di sisi lain, capaian ini juga mempertegas tren di dunia pendidikan tinggi: pimpinan kampus dituntut tidak hanya administratif, tetapi juga unggul secara akademik.
Kini, publik menunggu langkah konkret berikutnya. Apakah gelar doktor ini akan menjadi motor perubahan di Universitas Handayani Makassar, atau sekadar prestise akademik?
Penulis: Bahrun, s. Kom
Related Articles