Krisis Air Melanda Permukiman Warga di Makassar
Makassar — Warga di Jl. Kerung 2 Lr. 47B kembali menjerit akibat krisis air bersih yang tak kunjung teratasi.
Sejak beberapa hari terakhir, tepatnya hingga Selasa, 14 April 2026, aliran air dari PDAM Makassar dilaporkan tidak mengalir sama sekali ke rumah-rumah warga.
Kondisi ini memaksa warga untuk mencari alternatif demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Pemandangan ratusan baskom, ember, dan jeriken yang berjejer di sepanjang jalan menjadi bukti nyata penderitaan masyarakat.
Warga rela mengantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan setetes air bersih.
“Sudah berhari-hari tidak mengalir. Kami harus menunggu bantuan atau mencari sumber air lain. Ini sangat menyulitkan,” ungkap salah satu warga setempat.
Ironisnya, krisis ini terjadi saat musim kemarau bahkan belum mencapai puncaknya.
Hal ini memicu pertanyaan besar dari masyarakat terkait kesiapan dan kinerja PDAM Makassar dalam menjamin distribusi air bersih, yang merupakan kebutuhan dasar warga.
Warga menilai kondisi ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan bentuk kelalaian yang harus segera ditangani secara serius.
Mereka mendesak pihak terkait untuk segera memberikan penjelasan terbuka serta solusi konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Air bersih adalah hak dasar masyarakat. Ketika akses terhadapnya terganggu, maka kehidupan sehari-hari pun ikut lumpuh.
Warga berharap pemerintah dan pihak PDAM Makassar segera turun tangan, mengambil langkah cepat, dan menunjukkan tanggung jawab nyata terhadap krisis yang sedang terjadi
Related Articles