BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Gempa M 7,7 NTT, Warga Pesisir Selayar Diminta Tetap Waspada

Terkini 15 Aug 2026 12:26 2 min read 204 views By M Suardi

Share berita ini

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Gempa M 7,7 NTT, Warga Pesisir Selayar Diminta Tetap Waspada
"BMKG, juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan gempa susulan, namun tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi."

SELayar, PEMBURU BERITA SULSEL — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.

 

Gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman sekitar 15 kilometer. Berdasarkan analisis awal BMKG, gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami.

 

Sejumlah wilayah di NTT sempat masuk dalam kategori ancaman tsunami, termasuk wilayah pesisir Manggarai, Ngada, Ende dan Flores Timur. Peringatan juga mencakup sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.

 

Berdampak hingga Kepulauan Selayar

 

Dampak guncangan gempa turut dirasakan hingga wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Masyarakat di sejumlah kawasan pesisir dan sekitar pelabuhan dilaporkan merasakan getaran gempa.

 

Sebelumnya, BMKG memasukkan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dalam pemodelan potensi tsunami. Kondisi tersebut membuat masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan dan sebagian warga memilih menjauh dari kawasan pantai.

 

Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. BMKG mencatat adanya kenaikan muka air laut di sejumlah lokasi pascagempa. Di Maurole, Ende, tercatat sekitar 0,94 meter, sementara di Pelabuhan Kewapante, Sikka, sekitar 0,38 meter. Gelombang juga terdeteksi di Labuan Bajo, Flores Timur, Sikka, Dompu dan Bakalang-Alor.

 

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami

 

Setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi muka air laut dan aktivitas kegempaan, BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan pascagempa M 7,7 tersebut.

 

Meski peringatan tsunami telah berakhir, masyarakat khususnya yang berada di wilayah pesisir dan kepulauan tetap diminta tidak lengah.

 

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan gempa susulan, namun tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

 

BMKG NTT sebelumnya juga menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai prediksi akan terjadi gempa besar pada waktu tertentu merupakan informasi tidak benar atau hoaks. BMKG menegaskan bahwa waktu terjadinya gempa tidak dapat diprediksi secara pasti.

 

Masyarakat Kepulauan Selayar, terutama yang tinggal di sekitar pantai, pelabuhan dan wilayah rendah, diimbau tetap memperhatikan informasi resmi dari BMKG, BPBD maupun pemerintah setempat.

 

Jangan panik, tetap waspada, dan segera mengikuti arahan petugas apabila kembali terjadi guncangan kuat atau muncul peringatan resmi.

 

PEMBURU BERITA SULSEL akan terus memantau perkembangan kondisi pascagempa dan situasi wilayah pesisir Kepulauan Selayar.

 

Editor

M. Suardi

Pemburu Berita Sul-Sel