UPTD PPA Kota Makassar Gelar Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat Untuk Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
MAKASSAR — UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Makassar menggelar kegiatan Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO), yang berlangsung di Kota Makassar, Senin (7/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur masyarakat, pegiat perlindungan perempuan dan anak, serta narasumber dari UPTD PPA Kota Makassar. Acara tersebut bertujuan memperkuat peran masyarakat dalam mendeteksi, mencegah, dan melaporkan berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Dalam pemaparannya, pihak UPTD PPA Kota Makassar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Selain memberikan edukasi mengenai pencegahan kekerasan, peserta juga diperkenalkan dengan layanan perlindungan yang tersedia selama 24 jam.
Layanan tersebut meliputi pengaduan, penjangkauan korban, pengelolaan kasus, pendampingan, mediasi, rumah perlindungan sementara (rumah aman), hingga rekomendasi nikah untuk dispensasi kawin. Masyarakat dapat mengakses layanan melalui Call Center 112 maupun WhatsApp Center UPTD PPA Kota Makassar.
Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi kampanye “Speak Up! Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” yang mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor apabila menemukan atau mengalami tindak kekerasan.
“Pencegahan kekerasan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi,” ujar salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat ini, UPTD PPA Kota Makassar berharap semakin banyak warga yang memahami mekanisme pelaporan serta berani mengambil peran dalam upaya perlindungan perempuan dan anak di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Makassar yang aman, ramah perempuan, dan layak anak.
Editor
Kaperwil pemburuberita sul-sel