Kolaborasi Warga Jadi Kunci, Bank Sampah Desa Timbuseng Wujudkan Desa Bersih dan Berdaya Ekonomi
Gowa, – Semangat gotong royong kembali menguat di Desa Timbuseng. Melalui Bank Sampah Desa Timbuseng, masyarakat membuktikan bahwa menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan ekonomi desa bisa dilakukan bersama-sama. Jumat, 10 Juli 2026
Bank Sampah ini hadir tidak hanya sebagai tempat menabung sampah, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi lintas elemen. Pemerintah Desa, BUMDes, sekolah, PKK, Karang Taruna, pelaku usaha, hingga seluruh masyarakat terlibat aktif dalam gerakan pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Gotong Royong Kunci Kebersihan Desa
"Tidak ada desa yang bersih jika hanya mengandalkan segelintir orang. Tidak ada lingkungan yang lestari tanpa gotong royong," ujar Pengelola Bank Sampah Desa Timbuseng.
Menurutnya, kekuatan utama bank sampah ini ada pada kolaborasi. Ketika semua pihak duduk bersama, memilah, mengelola, dan memanfaatkan sampah, maka dampaknya jauh lebih besar.
Dampak Ganda: Lingkungan Bersih & Ekonomi Tumbuh
Dengan sistem pengelolaan yang terstruktur, sampah anorganik yang dikumpulkan warga ditimbang, dicatat, dan memiliki nilai ekonomi. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, kegiatan ini juga:
1. *Menciptakan nilai ekonomi* bagi anggota melalui tabungan sampah
2. *Membuka peluang usaha* baru dari hasil daur ulang dan penjualan ke pengepul
3. *Mewariskan lingkungan yang lebih sehat* untuk generasi mendatang
"Kami ingin anak cucu kita tumbuh di desa yang bersih. Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan semua pihak," tambahnya.
Ajakan Bergerak Bersama
Bank Sampah Desa Timbuseng mengajak seluruh warga untuk menjadi bagian dari gerakan perubahan.
"Karena desa yang bersih bukan lahir dari satu orang yang hebat, tetapi dari masyarakat yang mau bergerak bersama," tegasnya.
Mari bergandengan tangan, saling mendukung, dan wujudkan Timbuseng yang bersih, sehat, dan mandiri.
TIM PEMBURU BERITA SUL-SEL
🇮🇩 BAHRUN