Viral Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Gubernur Sul-Sel Luruskan Pernyataan : Bukan Abaikan, Tapi Agar Proyek Tidak Terhambat
Viral Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Gubernur Sul-Sel Luruskan Pernyataan : Bukan Abaikan, Tapi Agar Proyek Tidak Terhambat
WAJO, Sulawesi Selatan — Aksi warga menanam puluhan pohon pisang di jalan rusak sepanjang 6 km di Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo viral di media sosial. Aksi ini memicu tanggapan dari Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang awalnya menuai kritik sebelum akhirnya diluruskan secara resmi. Kamis, 9 Juli 2026
Awal Mula: Protes 20 Tahun Jalan Rusak
Kekecewaan warga Jalan Poros Provinsi Wajo–Sidrap di Desa Lautang akhirnya tumpah pada malam hari. Berbekal cangkul, linggis, dan penerangan dari lampu motor, warga berjarak 34 km dari Kota Sengkang itu menanam pohon pisang di sepanjang jalan yang rusak parah.
Jalan penghubung antarkabupaten tersebut dikeluhkan warga sudah hampir 20 tahun rusak dan belum tersentuh perbaikan maksimal. Kondisi ini disebut melumpuhkan akses ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan warga.
Video aksi protes kreatif ini langsung viral setelah diunggah ke media sosial dan mendapat ribuan komentar dari netizen.
Pernyataan Gubernur yang Picu Kontroversi
Merespons viralnya aksi tersebut, beredar kutipan pernyataan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman:
" Kalau jalan provinsi yang rusak ditanami pohon pisang, semakin tidak akan dikerjakan."
Potongan kalimat itu langsung disorot tajam publik. Banyak netizen menilai pernyataan tersebut kurang berempati terhadap keluhan warga di daerah yang terisolasi.
Klarifikasi Resmi: Bukan Penolakan, Tapi Demi Kelancaran Proyek
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman akhirnya memberikan klarifikasi resmi saat menghadiri Peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Maros di Gedung DPRD Maros.
Ia menegaskan maksud ucapannya bukan untuk menelantarkan perbaikan jalan. Ada 3 poin penting dalam klarifikasi tersebut:
1. Menghambat Teknis di Lapangan: Penanaman pohon pisang atau benda asing di badan jalan dapat mengganggu mobilisasi alat berat dan persiapan teknis, sehingga justru memperlambat pengerjaan.
2. Bekerja Sesuai Perencanaan Pemprov bekerja berdasarkan kontrak dan dokumen anggaran yang sah, bukan karena respons reaktif adanya pohon pisang di jalan.
3. Minta Salurkan Aspirasi Kondusif: Gubernur memohon dukungan masyarakat agar proyek fisik berjalan lancar tanpa hambatan sosial.
*Langkah Nyata Pemprov: Proyek 1.000 KM Jalan*
Pemprov Sulsel memastikan komitmen perbaikan infrastruktur tetap berjalan. Saat ini sedang berjalan *Program Pembangunan Jalan Provinsi 1.000 Kilometer* dengan skema *Multi Years Project (MYP).
Proyek ini dibagi menjadi beberapa paket pengerjaan, Paket 1 s.d Paket 6, yang tersebar di Gowa, Sidrap, Wajo, Soppeng, Bone, Pinrang, Pangkep, hingga ruas ,Bua–Rantepao di Luwu.
"Semua penanganan jalan rusak akan ditangani secara bertahap sesuai skala prioritas dan ketersediaan anggaran daerah," tegas Pemprov Sulsel.
Gubernur berharap masyarakat dapat bersabar dan terus mengawal bersama agar pembangunan berjalan sesuai target.
Laporan:
*Humas Pemprov Sulsel*
*TIM PEMBURU BERITA*
Editor
Kaperwil pemburuberita sul-sel